Selasa, 12 Februari 2013

KEKUATANNYA


          Bagiku,,"Manusia tidak jatuh 'ke dalam' cinta, dan tidak juga keluar 'dari cinta'. Tapi manusia tumbuh dan besar dalam, cinta,". Cinta, di banyak waktu dan peristiwa orang selalu berbeda mengartikannya. Tak ada yang salaha, tapi tak ada juga yang benar sempurna penafsirannya. Karena cinta selalu berkembang, ia seperti udara yang mengisi ruang kosong. Cinta juga seperti air yang mengalir ke dataran yang lebih rendah. Tapi ada satu yang bisa kita sepakati bersama tentang cinta. Bahwa cinta, akan membawa sesuatu menjadi lebih baik, membawa kita untuk berbuat lebih sempurna. Mengajarkan pada kita betapa, besar kekuatan yang dihasilkannya. Cinta membuat dunia yang penat dan bising ini terasa indah, membuat kehidupanku di sini bagai penjara menjadi syurga, paling tidak bisa kita nikmati dengan cinta. Cinta mengajarkan pada kita, bagaimana caranya harus berlaku jujur dan berkorban, berjuang dan menerima, memberi dan mempertahankan. Bandung Bondowoso tak tanggung-tanggung membangunkan seluruh jin dari tidurnya dan menegakkan seribu candi untuk Lorojonggrang seorang. Sakuriang tak kalah dahsyatnya, diukirnya tanah menjadi sebuah telaga dengan perahu yang megah dalam semalam demi Dayang Sumbi terkasih yang ternyata ibu sendiri. Tajmahal yang indah di India, di setiap jengkal marmer bangunannya terpahat nama kekasih buah hati sang raja juga terbangun karena cinta. Bisa jadi, semua kisah besar dunia, berawal dari cinta. Cinta adalah kaki-kaki yang melangkah membangun samudera kebaikan. Cinta adalah tangan-tangan yang merajut hamparan permadani kasih sayang. Cinta adalah hati yang selalu berharap dan mewujudkan dunia dan kehidupan yang lebih baik. Love you....




- mulia silvia -

Selasa, 05 Februari 2013

SETELAH SEJAUH INI


setelah sejauh ini,,,,
aku tahu bahwa ini tak kan mudah
tak semudah seperti hanya memandang wajahmu saja
begitu banyak duri yang melukai letih kakiku
begitu pekat awan yang menggelapkan cahaya hatimu
aku rasakan halnya apa yang engkau rasakan
aku tau engkau melihat itu
aku tau engkau rasakan itu meski tak terungkap,,,,
kenapa kita tak yakin bahwa dibalik pekatnya awan ada cahaya?
kenapa kita begitu membutakan diri berlarut dalam nestapa yang justru meletihkan diri kita sendiri?
hanya saja masalah jarak dan waktu
walau kadang aku sering terlalu sombong agar tidak diperbudak olehnya

ketahuilah,,,,,
bahwa tiada cerita indah yang didambakan tanpa duka
bahwa engkau terlalu dalam terpahat di relung hatiku
bahwa apapun yang terjadi, ku sibak sekuat dayaku untuk tetap bersamamu
bahwa ini memang jalan kita yang harus kita lalui dan saling menguatkan
bahwa aku sekarang bersamamu untuk melalui itu
ku bangun istana cinta di atas setiaku
ku jaga dengan teguhnya hati dan ikhlasku
ku ingin ini abadi untukmu,
ku yakin engkau akan kuat dan tegar bersamaku.........
apakah engkau rasakan itu???



KESABARAN MANUSIA ITU TIADA BATASNYA



            Saya bantah statemen bahwa kesabaran yang dimiliki manusia itu terbatas. Padahal sebaliknya, karena KESABARAN itu adalah semata milik Allah yang dianugrahkan kepada manusia untuk digunakan dengan sebaik- baiknya. Begitu juga dengan suatu MASALAH, persis halnya dzat kesabaran yang diberikan kepada manusia pula. Dan pernahkah kita dengar anugrah Allah itu akan habis, pernahkah kita rasakan nikmat yang diberikan Allah akan usai, dan apakah kita pernah dihukum Allah tidah diberi oksigen makan minum dalam sehari.
            Masalah itu muncul bila kita tidak bisa memanage kesabaran dan masalah itu dengan baik. Seringkali kesabaran kita kalah dengan masalah tersebut. Keduanya adalah dzat senyawa yang berjodoh bagai siang dan malam. Karena kita tak henti- hentinya diuji dengan berbagai masalah dan cobaan, tentu Allah juga tak henti- hentinya memberi kesabaran pada diri kita. Masalahnya apakan kita bisa meresapi dan merasakan adanya kesabaran yang menghampiri diri kita..?
            Nah terlalu sering kita mengabaikan pesan tersirat akan hadirnya kesabaran tersebut. Saya beri bocoran sedikit agar kita bisa  melihatnya dan berjabat tangan dengan sang mbah SABAR. Salah satunya adalah kita harus yakin bahwa untuk mencapai manusia yang berlevel tinggi, itu pasti ada ujian darinya, dan setiap ujian  dariNya pasti terkandung hikmah yang luar biasa. Bahkan sehancur- hancurnya bencana Tsunami Aceh memiliki hikmah yang besar pula. Kedua, seberat apapun ujian pasti ada jalan keluarnya. Jngan sok pintar deh kita nyatakan masalah ini sudah buntu dan tak ada penyelesaiannya, padahal yang memberi masalah adalah Allah dan tentu tau jawaban dari semua ini. Tenangkan diri sejenak, lakukan ibadah shalat sunat untuk meminta petunjuk, simpan masalah tadi dalam penjara di alam bawah sadar dan kurung rapat- rapat, kalau perlu kubur dalam- dalam sejenak. Tetapi bukan berarti dilupakan, melainkan masalah tersebut tetap kita hidden sejenak sembari mencari jalan keluar untuk kita pertanggungjawabkan. Tanda bahwa anda berhasil mengurung rapat- rapat masalah tadi adalah anda dapat menjalankan aktifitas seperti biasa dan dapat tersenyum kembali. Nah itulah saat yang tepat kita bisa keluarkan jurus terampuh Cakra KESABARAN tersebut dan mencari jalan keluarnya. Lakukan terus menerus dengan fikiran jernih tanpa amarah.hilangkan ego, dengki dan nafsu yang menutupi jalannya aliran cakra tersebut.
            Ok sahabat semua, sedikit tips dari saya, selamat mencoba, karena Allah bersabda senjata yang paling ampuh bagi orang mukmin adalah “SABAR DAN DOA”. Dan jurus SABAR dan DOA ini adalah jurus warisan terhebat yang digunakan para Nabi dan Raja selama berabad- abad dalam menaklukan bumi ini.hehe. Jangan takut diuji, jangan takut dengan masalah, jangan takut masalah tidak dapat siselesaikan, dan semua tinggal MENTAL saja kawan dalam menghadapi itu. INGAT “MENTAL”!

KESABARAN MANUSIA ITU TIADA BATASNYA, HANYA KARENA NAFSU DAN EGO YANG DAPAT MEMBELENGGU BATAS KESABARAN TERSEBUT.

semangat pagi sisunku!!:)



Selasa, 29 Januari 2013

BANGSAL 13




            Diantar dengan mobil wisata setelah upacara berlangsung menuju kompi sasaran. Tanpa sengaja Danki Kapten POM Yohanes membagi nama- nama peserta latsitarda dan akhirnya kita berempat bertemu di kamar no 13 yang konon banyak makhluk asing singgah di sana.  Tiba di kamar, kita langsung kurve (bersihkan) tempat suwung ini  yang lama tidak ditempati. Ternyata benar kata penunggu, makhluk asing banyak di dalam kamar, contoh semut, tokek, kalajengking, kecoak dan lain- lain.

SERSAN MAYOR SATU KARBOL ZEFANYA O. LITBAGAY (AAU)
(paling kanan)
            Selama perjalanan di mobil, terlihat angkuh sampe. Pakai kacamata, padahal cuma untuk nutupin cahaya agar bisa tidur. Kayaknya iger (jeger/ ganas), padahal sebenarnya berhati lembut setelah kenal lebih jauh. Beliau di akademi menyandang jabatan Koodinator alat belyra, Kepala dinas kesenian, dan koordinator NV. Semua alat bisa dimainkan apalagi hanya memainkan AC, sering manggung bersama Sagita Band dulu sebelum masuk akademi katanya. Tanggap dan cepat dalam melaksanakan perintah, memiliki kepedulian tinggi dan tidak takut apapun kecuali SAMBAL. Paling tidak betah tidur di kamar, semoga tidak menjadi kebiasaan saat berumah tangga ya.

SERSAN MAYOR SATU KADET EMAN SOLEMAN (AAL)
(kedua dari kiri)
            Saya sudah akrab sejak di kapal LST. Ternyata beliau seorang Danton di Akademi, tapi kenapa ketika masih di kapal LST bila baris selalu paling belakang. Itulah kelebihan dia, walau jeger tapi tidak sombong. Gerakan kalem sak t_ _k Berbanding terbalik dengan Zefanya. Tapi bagaimanapun juga pelaut itu slow but sure, santai tapi tetap santai. Sangat suka dengan segarnya air kelapa sampai rela mengorbankan jempolnya. Kata teman, di mana ada saya pasti ada eman. Terimakasih telah memberi banyak nasehat tentang pentingnya kesetiaan, dan ternyata benar bahwa tidak ada yang lebih indah dibanding kesetiaan. Jaga selalu sisunmu mbak Trisna.

BRIGADIR MAYOR SATU TARUNA JUSMAN MORI (AKPOL)
(ketiga dari kiri)
            Awalnya sangat pendiam, perlu waktu seminggu untuk bisa membaur. Putra Kota Palu yang konon katanya cuma terdapat 1 mall ejek eman. Tapi dari sudut pemerintah, justru itu peluang emas untuk mengembangkan pasar tradisional lo. Di manapun tempat wisata dikunjungi, di situ sisun bersemi. Memang andalan banyak sekali intelnya, maklum calon Kasat Brimob cita- citanya. Perut kotak- kotak, sering binsik salah satu penyebab cangkul patah. Tapi jangan sering- sering ninja yo le..
JUSMAN, MULIA, ZEFANYA, EMAN

            Barang- barang kalian aku simpan baik- baik supaya kita selalu ingat satu sama lain. Jaga selalu SE**AK (Semangat dan Kompak) kata Kadet Eman. Ingat selalu Bangsal 13. Nanti kalau kita semua sudah jadi pejabat, kita kunjungi bangsal 13 dan kita buat seperti hotel bintang 7 cap puyer walang kerik.

Note: Bagi pembaca, bahasanya sulit dipahami dan aneh ya. Mohon maklum karena ini menggunaakan bahasa tradisi, tapi yang jelas kami bukan orang aneh.

LATSITARDA (Latihan Integrasi Taruna Wreda)


            

         Pertama kali kami bertemu kalian di kapal KRI Nusanive, saya langsung bertanya kepada ibu pertiwi,,”mereka siapa ibu?”,,beliau menjawab,”mereka sama dengan kalian nak,semua adalah anak ibu yang nantinya bersama kalian mengabdi untuk bangsa dan negara ini”,,,”o begitu ya,tapi kayaknya mereka kurang bersahabat”,sahutku,,”udaaahh,,banyak penjabaran kamu,membaur sana terus main kelereng sama sama mereka di kapal”,jawab ibu dengan nada agak kesal.” Siap ibu”..(khayalan tingkat tinggi).
            Bicara tentang Latsitarda,KRI Nusanive merupakan kenangan terindah yang masih kental. Awalnya atmosfir tatapan sinis, saling adu gengsi sangat terasa di semua lambung kapal. Tapi itu tak bertahan lama, karena kita semua patuh pada pesan ibu, untuk saling menjaga silaturahim dan bekerja sama. Memasuki hari kedua di kapal, perlahan rasa malu, gengsi dll sebisa mungkin kami lepas. Seorang pamong, militer dan polisi tentunya harus dekat dengan masyarakat to, dimulai dari bagaimana kita berinteraksi di latsitarda.
Suasana Jam Istirahat Malam di Kapal Landing Ship Tank
Tetap Semangat Meski Tidak Mandi 6 Hari
      

          Ternyata hidup di kapal, apalagi yang kehidupannya sebagian besar di laut itu tak semudah dan seindah di cerita kartun Luffy (one pice), nyatanya 6 hari saja menjalani perjalanan laut dengan KRI Prajurit Nusanive itu sudah cukup untuk mengatakan pertama dan terakir. Dengan air terbatas, tidur ala prajurit, cukup kedua mata dan muka saja yang dimandikan itu sudah mendingan. Apalagi dilengkapi fasilitas sauna gratis bersuhu tinggi, lebih melengkapi kebahagiaan. Tapi dari situ kami salut pada rekan- rekan angkatan laut yang dengan tangguhnya setia mempertahankan NKRI walau di medan seberat itu. Tapi kenapa harus dengan kapal? salah satu filosofinya ibarat logam yang keras, disatukan di kapal dengan segala keterbatasan dan tekanan + agak panas, agar bisa mencairkan logam yang keras tadi sehingga dapat meleburkan satu sama lain. Selain itu kami lebih bisa meresapi tentang lagu yang dulu waktu Playgroup kita nyanyikan “Nenek moyangku, seorang pelaut”,,,bahwa beliau- beliau  yang dulunya pelaut ternyata tak seceria saat kita nyanyikan dulu.

            Oke cukup tentang bagaimana di kapal, sekarang kita menuju kehidupan darat. Perjuangan kami dimulai dengan upacara pembukaan oleh Panglima TNI di Lapangan Sangkareang Mataram. Setelah itu langsung menuju tempat sasaran yang disebar di 4 kabupaten. Sampai di tempat sasaran kami disambut suka cita oleh pejabat Bupati, Kapolres, Dandim setempat dan masyrakat, walau dalam hati merasakan awal dari duka cita, badan gatal, bau belum mandi air tawar sejak di kapal.
            Sikap respect dan loyal harus dijunjung tinggi selama kegiatan, tanpa banyak fikir terhadap perintah, esoknya dengan sigap kami pegang cangkul, sekop, sabit, dll untuk meratakan jalan di tempat sasaran. Gerombolan bambu yang menghalangi jalan dengan cepat bisa kami babat habis. Lingkungan rumah yang kotor seketika menjadi bersih sekaligus rumah- rumahnya. Sampai- Sampai peralatan alutsista cangkul dll patah semua tidak lebih dari 1 minggu umurnya. Satu hal yang paling saya suka ketika romusa berlangsung, segarnya air kelapa milik kebun penduduk selalu ada untuk kami di tengah tubuh ini lemah letih lesu dan gosong karna kepanasan. Segarnya seperti pedang yang ditempa panas api langsung dimasukkan air es mak nyos.

MAK NYOS!!!

            Jangan salah, bukan hanya romusha yang kita lakukan. Pesiar setiap sabtu dan minggu merupakan reward yang tak terlupakan juga. Hampir semua tempat wisata di Lombok telah kami sambangi. Selong Belanak, Pantai Kuta, Narmada, Senggigi, Pantai Pink , Oleh- oleh mutiara ala Kota Mataram dan banyak lagi wis. Apalagi Gili Trawangan yang luar biasa dahsyatnya, saya rekomendasikan kepada teman- teman kalau menikah nanti untuk menikmati bulan madu di sana saja, tidak kalah dengan Hawai kok, JOS GANDOS pokoknya.
            Pawai yang digelar dengan pertunjukan Drum Corps gabungan akademi TNI, IPDN dan Akpol yang memukau warga masyarakat turut memeriahkan suasana Mataram dan 4 kabupaten lainnya. Wisata Juang di Taman Makam Pahlawan itu wajib untuk mengenang jasa Pahlawan terdahulu. Kurve makam habis- habisan langsung di bawah komando Mayor Penerbang Jhonson Simatupang merupakan dedikasi beliau agar kita sadar betapa banyak darah keringat pahlawan yang dikorbankan untuk kemerdekaan sedangkan kita cukup mengisi pembangunan dan mempertahankannya saja. Untuk peningkatan kualitas perekonomian,kami juga melakukan penyuluhan tentang teknologi tepat guna. Bagaimana mengolah bahan mentah sumber daya alam di sana agar efektif dan memiliki nilai jual tinggi.
Drum Band Akademi TNI, IPDN dan Akpol

YON 3 KOMPI A
Pantai Kuta Lombok
Gili Trawangan

still pak


            Itu baru seklumit cerita gambaran kami di sana. yang tak kalah berkesan ketika kami akan berpisah, aksi tukar menukar benda untuk kenangan, baik brevet, seragam, jaket, topi , sepatu dan masih banyak lagi dengan sukarela tanpa paksaan dilakukan karena latsitarda hanya sekali seumur hidup. Bahkan ada yang berniat tukar akademi selama sebulan juga ada, aneh- aneh saja. Stres berat ketika sehari sebelum upacara penutupan berakhir. Saya yang tidak merokok saja jadi ikutan karna kebersamaan ini akan berakhir. Walau ada facebook,BBM dan lain- lain masih belum bisa menggantikan kebersamaan ini.  Dari dulu yang awalnya bertemu baku silang menjadi baku sayang, hitam putih tiap akademi menjadi nampak karena kami bisa saling melebur dan berbagi. Tapi bukan hanya itu sebab mengapa kami sedih, setelah upacara itu Kapal Kebanggaan Nusanive sudah menunggu. Yang bertahan sampai Surabaya akan mendapatkan penghargaan brevet Tj. Nusanive. Tapi Saya kurang beruntung belum bisa dapatkan itu karna tidak ikut rombongan, maklum SUH,,kepentingan dinas. Jemput SISUN di Jember,,hehe
            Oke, gook luck untuk kawanku semua di sana. Akmil, Akpol, Karbol, Kadet dan Mahasiswa, bersama kita saling melengkapi membangun negeri. Belajar dan berlatih sungguh- sungguh, kita bertemu saat bertugas di lapangan, buktikan 20 atau 30 tahun ke depan pengabdian kita untuk Ibu Pertiwi.

Sabtu, 23 Juni 2012

KEBIASAAN MEMBENTUK SIKAP SESEORANG


        Tahun 1997 keluarlah Surat Perintah pertama kali dari Kanjeng Mami nomor 001/752/PENGASUHAN/1997 tentang perintah untuk membersihkan rumah setiap pagi bersama kakakku yang pertama. Saat itu aku kelas 1 SD dan kakaku kelas 3 SD, sebelum berangkat sekolah WAJIB untuk nyapu lantai rumah bagian depan (ruang tamu). Karena luas, maka luas bidangnya dibagi 2 antara aku dengan kakakku. Aku awalnya malas dan tidak laksanakan perintah,  dan pasti kakaku melaporkan pada mama, yah kena marah deh, dongkol jadinya, dasar tukang lapor. Saat itulah aku selalu bertanya- tanya, kenapa harus melakukan semua ini?, padahal temen- yang lain sekelas tidak disuruh ibunya seperti ini tiap pagi,,kayaknya sih.
        Sekarang,,,,,aku menginjak pendidikan tinggi di Lembah Manglayang ini. Walaupun sekarang aku pisah dengan ibuku, ternyata penanaman oleh ibuku semasa kecil diambil alih oleh pembinaku dengan konteks yang sama pula. Aku kira tidak ada lagi kerja bakti seperti jaman dulu. Pengaturan mulai bangun tidur hingga tidur kembali, mulai menyapu kamar, merapikan tempat tidur sebelum berangkat kegiatan, almari pakaian wajib rapi, sepatu sandal tertata rapi, lantai sekitar kamar harus bisa untuk berkaca dan seterusnya. Dan pengaturan kehidupan kami di asrama setiap hari akan di cek dan sangat berpengaruh kepada aspek nilai kepribadian. Misteri bertahun- tahun itu akhirnya terungkap sudah ketika pembina mengatakan “Kalian tak akan menjadi pemimpin yang hebat tanpa pondasi yang kuat”. Walaupun sepele berawal dari menyapu rumah bagian depan, ternyata tersirat berjuta hikmah di balik itu. “Habits become attitude”,KEBIASAAN MEMBENTUK SIKAP SESEORANG”. 
Spring Bed Praja, hanya boleh kusut ketika praja dinas istirahat. 
        Attitude atau sikap didefinisikan sebagai kecenderungan untuk berbuat atau mengantisipasi sesuatu. Bagaimana sikap kita pada saat menghadapi tekanan, bagaimana sikap kita menghadapi masa depan, menghadapi kegagalan, dst. Kualitas kepemimpinan  seseorang sangat ditentukan oleh caranya bersikap atau memberikan respon terhadap apa yang berlangsung di sekitarnya. Sikap dibentuk oleh kebiasaan- kebiasaan kita sehari- hari. Sikap adalah kesimpulan dari mata rantai kebiasaan dan pengalamannya di masa lalu. Itulah  sebabnya seseorang yang ingin mengembangkan potensi kepemimpinannya akan selalu memupuk berbagai kebiasaan positif untuk membangun tanggung- jawab, ketabahan, kesabaran, serta cara memandang orang lain dengan cinta.
Sepatu wajib tertata rapi.
      Sikap positif adalah rohnya pemimpin. Dari sikap itu, tumbuhlah optimisme yang luar biasa. Ingat bahwa pikiran manusia mampu melaksanakan apa saja yang diyakininya. Pikiran mampu membayangkan keberhasilan , maka perilaku dan usaha- usaha sahabat akan mengarah kepada apa yang sahabat fikirkan. Sikap positif melahirkan kepercayaan diri, kepercayaan diri melahirkan keberanian, keberanian melahirkan tindakan, tindakan melahirkan hasil, dan hasil akan menentukan nasib kita. Karena sikap dibentuk oleh kebiasaan- kebiasaan kita sehari- hari, bukan suatu hal yang berlebihan jika kehidupan para Praja begitu penuh aturan dan pembina tidak tersenyum seharian jika asrama kotor tidak rapi. Karena kebiasaan yang kecil itu bila tidak dibiasakan, maka akan mempengaruhi hal yang besar nantinya. Semua harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab sebagai peserta didik, karena kualitas seseorang bisa dilihat seberapa jauh rasa tanggung jawabnya.  Intinya bukan hanya sekedar nyapu, membersihkan lingkungan dll, melainkan semakin terbiasa kita hidup rapi, taat asas, tanggung- jawab, loyal, maka ke depan dalam hadapi tugas kita juga akan terbiasa demikian. 
        
IQ Room Praja (ruang belajar)
         So, mari sahabat kita mulai dari sekarang. Dari hal yang paling kecil dan sepele dimana jika itu tidak kita perhatikan, kita bisa tersandung jatuh dibuatnya. Tata kembali pola hidup kita, disiplinkan diri, bersikap yang sopan,tingkatkan kepedulian dan jangan apatis, rapikan meja belajar sahabat, kamar sahabat, lingkungan tempat tinggal sahabat. 


                                            "Terimakasih Ibu"
                                   BHINEKA NARA EKA BHAKTI


Lorong Almari
       



Suasana Kamar





Sabtu Bersih di Nusantara 3 Atas


Jangan apatis
Jangan sok- sok an sesama teman


Ingat!,,penjajahan di atas dunia harus dihapukan

Lakukan dengan ikhlas dan rasa korsa
diperankan oleh: A Lufieq, Mulder, Riefad Muslimin, Hairun Daeng, 

Rabu, 06 Juni 2012

BERANI GAGAL


Ujian seseorang adalah perjuangan yang ia perjuangkan
Ketabahan yang ditunjukkan setiap hari
Bagaimana ia berdiri tegak dan tabah
Menghadapi goncangan dan penderitaan yang sudah menjadi takdir
Pengecut pun dapat tersenyum bila tidak ada yang ditakutkan
Ketika tidak ada rintangan
Namun lelaki sejati harus sanggup menerima keadaan
Manakala orang lain berlagak seperti bintang
Bukan kemenangan yang penting
Tetapi perjuangan yang diperjuangkan seseorang
Orang yang; bila ia terjepit dan terpaksa
Masih mampu berdiri tegak dan tabah
Menghadapi cobaan dan takdir dengan bangga
Meski berdarah, pucat, dan benjol
Dialah orang yang akan sukses di akhir hayatnya
Karena dialah orang yang berani gagal

Kebanyakan semangat orang luntur, karena tidak digunakan, dan bukannya aus akibat terlalu banyak digunakan

Perjuangan itu kesempatan. (Napoleon Hill)

Anda memerlukan sebanyak mungkin 'pengalaman pahit' untuk melahirkan keunggulan. (Richard Nixon)

Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Usaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki. (Mahatma Gandhi)